KIND OF 《ACT 1: HER》|| EP.3 APPROACH

Breaking News

6/random/ticker-posts

KIND OF 《ACT 1: HER》|| EP.3 APPROACH


 

ACT I: HER

EP. 3 APPROACH



Cheonsa bertolak ke salah satu sisi jalan yang berlawanan dengan ke mana Jungwon pergi, melewati jembatan dengan sekelilingnya yang telah sepi. Jelas, pukul dua belas malam ... atau pagi, orang-orang memiliki kebutuhan biologis untuk beristirahat. Ia hendak melewati jembatan, tetapi ia melihat sosok hitam dari kejauhan.

"Eh? Hantu jembatan, ya? Tapi wajar saja karena di sini banyak yang bunuh diri." Cheonsa memicingkan mata untuk menjelaskan pandangannya yang sedikit kabur karena lampu jalan yang minim. Ia semakin berjalan mendekat, dan sosok hitam itu bukanlah hantu, seperti yang ia kira. Ada seorang lelaki di pinggir jembatan, sekarang ia berdiri di atas pagar pembatasnya. Itu membuat Cheonsa merasakan adrenalin yang sangat tinggi dan jantungnya berdebar cepat seolah ia sedang dikejar anjing tetangga yang sangat ia takuti.

"Yoon ... Taekyung?" Lelaki itu sontak melirik ke arah Cheonsa. "Kau sedang apa—"

"Jangan mendekat!" Taekyung mulai kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh, membuat Cheonsa berteriak histeris dan hampir saja gadis itu menangis atas hidup orang lain. "Kau membuntutiku, ya? Kenapa?"

"Enak saja. Siapa yang tahu kalau kau ada di sini, Bodoh? Jangan membuat aku emosi dan cepatlah turun dari sana! Kau manusia bodoh!" Cheonsa tiada hentinya memaki Taekyung yang sedang di luar akal sehatnya, tetapi sepertinya tak ada satu pun omelan yang menyangkut di otak lelaki itu. 

"Hey! Kau masih ingin menikmati rokokmu di depan sekolah, kan? Kau benar-benar menyukai tantangan, ya? Bagaimana jika di hari itu, kau tertangkap oleh polisi yang berpatroli pagi?" Tentu saja ia tak memikirkan itu dan hanya melakukan apa yang ia sukai.

"Cerewet sekali. Kau mirip ibuku."

"Mungkin aku keturunan yang lain dari ibumu. Jadi ayolah, turun sekarang juga sebelum aku menjadi lebih cerewet. Aku juga tidak ingin menjadi bagian dari dendam seorang arwah perjaka."

Yoon Taekyung, Yoon Taekyung. Bukan Taekyung namanya jika ia menurut begitu saja. Ia mengangkat satu kakinya di udara, membuat Cheonsa panik. Sekonyong-konyong lelaki itu tertawa melihat sang Ketua Kelas yang nampak sangat ketakutan. Cheonsa sekarang di mata Taekyung: mata yang membelalak, mulut yang terbuka, langkah menggantung, dan kulit yang berkilau kala tersorot di bawah cahaya lampu jalan karena peluh yang membanjiri.

"Jika aku turun, apa yang akan aku dapatkan darimu?"

Cheonsa berdecak kesal, "Apa pun. Asalkan tidak yang seperti itu."

"Kalau aku inginnya yang seperti itu? Bagaimana?"

"Hey!" Wajah Cheonsa mengerut di sini dan di sana, membuat Taekyung semakin khawatir ia akan merusak jembatan ini sehingga orang-orang tidak dapat melewatinya.

"Baik, baik. Aku turun." Akhirnya kaki lelaki itu menemui pijakannya di tanah berbatu halus, dan wajah Cheonsa menjadi normal. Taekyung berbalik menghadap Cheonsa, berkacak pinggang dengan membuka kakinya seolah membuat huruf 'A' yang membuatnya terlihat gagah. 

"Ada apa dengan posemu? Kau berpura-pura gagah sekarang? Padahal, tadi kau ingin bunuh diri." Gadis itu terus mengomel walau Taekyung telah selamat. Cheonsa mengikis jarak antara mereka, mendekati pembatas jembatan dan meletakkan tangannya di sana dan melempar pandangannya pada air yang tenang di bawah. 

"Cerewet, ya?" Taekyung terkekeh.

"Apakah kau ingin menceritakan apa masalahmu? Jika kau ingin saja, aku takkan memaksamu tentunya." Angin mewakili Taekyung yang tetap diam untuk berbicara. Terasa semakin dingin dan berembus kuat. 

"Ya sudah. Aku harus pulang. Setidaknya kau sudah selamat. Sampai bertemu besok di sekolah, Yoon Taekyung." Cheonsa berlalu begitu saja meninggalkan Taekyung yang sekarang, menatap punggung gadis itu. 

"Lee Cheonsa!" panggilnya. Gadis itu sontak melirik ke belakang tanpa membalikkan tubuh. "Kau benar-benar akan memberikan apa yang aku inginkan?" Cheonsa melempar sejenak fokusnya pada ruang kosong di sisi Taekyung, kemudian berbalik lagi padanya seraya mengangguk. "Aku ingin kau menemaniku besok. Berjalan-jalan saja."

"Baiklah. Sampai besok, Taekyung."

<>


Posting Komentar

0 Komentar