KIND OF 《ACT 1: HER》 || EP.1 CLUMSINESS

Breaking News

6/random/ticker-posts

KIND OF 《ACT 1: HER》 || EP.1 CLUMSINESS

 
ACT I: HER

EP. 1 CLUMSINESS



December 6th, 1999

Daegu, South Korea


"Ah, bus sudah datang." Cheonsa dengan penuh semangat, masuk ke dalam bus dan menempati tempat duduk di paling belakang. Ia memangku ransel merah mudanya. Sekonyong-konyong, kantuk datang menyapanya lagi setelah minum kopi paginya. Mungkin, kafein yang dikonsumsi tidak begitu kuat untuk membuat Cheonsa terjaga. Ia menguap, dan akhirnya alam bawah sadarnya kalah oleh rasa kantuk dan tertidur.

Lima belas menit berlalu, bus telah melewati dua halte di Daegu. Sekarang adalah yang ketiga, dan banyak siswa-siswi yang masuk. Sebagian bergelantungan, menahan beban tubuhnya dengan ring yang tergantung bebas di atas. Satu yang duduk di sebelah Cheonsa. Paras rupawan, merenggut semua perhatian semesta—termasuk dirinya.

Seiring dengan bus yang bergerak maju, Cheonsa terus, semakin dalam masuk ke alam mimpi dan kepalanya terlempar ke arah lelaki tersebut. Wajahnya datar, dengan santai lelaki itu mendorong kepala Cheonsa hingga terantuk kaca jendela di sebelah kanan. Sontak, gadis itu terbangun dan segera menoleh ke kirinya. Netra mereka bertemu, tatapan yang cukup intens itu berlangsung selama beberapa detik hingga Cheonsa sadar bahwa ia harus pergi sekolah. 

"Eh? Di mana ini?" Ia sontak menoleh ke kanan dan ke kiri. Pemandangan di luar jendela menjadi semakin asing baginya. 

"STOP!"

Menjadi penumpang terakhir di bus tersebut membuat Cheonsa semakin panik dan segera menarik turun lelaki itu bersamanya. Sekarang, mereka berada di depan sebuah gedung Universitas. Ini bukan tujuan mereka. Ingin sekali Cheonsa melampiaskan marahnya pada lelaki tersebut. Sabar, sabar. Ini masih pagi.

"Kau ini bagaimana? Kenapa kau tidak membangunkanku?" semprot Cheonsa. "Gara-gara kau, kita jadi berada di tempat asing!" Lelaki itu tetap diam, mengabaikan segala omelan gadis di depannya dan membelandang begitu saja. 

"Loh? Hey!" Cheonsa mengejarnya. "Mau ke mana kau!" Cheonsa mengejarnya hingga ia tersadar, seragam lelaki itu sama seperti seragam laki-laki di sekolahnya—Kyuhak Highschool. "Kita akan terlambat, Bodoh. Ayo lari!" 

Lelaki itu diseret paksa untuk ikut berlari. Di tengah jalannya, lelaki itu berhenti dan menghempaskan tangan Cheonsa. "Apa-apaan kau ini? Niat sekolah, tidak?"

Lelaki itu masih mengabaikan Cheonsa yang menatap bergantian antara gerbang sekolah dengan lelaki asing itu. Selanjutnya, apakah kalian tahu apa yang dikeluarkannya? Sebatang rokok dan pemantiknya.

"K-kenapa kau malah mengisap benda itu hah?" Mengingat ia terlambat kemarin, ia tidak boleh terlambat lagi kali ini. "Astaga…."

Gadis itu masih memandang sang lelaki yang malah bersandar pada tiang listrik, dengan asap rokok yang keluar dari hidung dan batangan putih yang terapit di antara telunjuk dan jari tengahnya.

"Terserah kau saja!" Teriaknya. Akhirnya Cheonsa berlari masuk, bersamaan dengan murid-murid lain yang berusaha menyelamatkan diri dari guru BK—Choi Kiwoong, si guru horor.

Sesampainya di gerbang, belum ada satu sekon, nama gadis itu diserukan dengan lantang dan jantan. 

"Lee Cheonsa!"

<>

Posting Komentar

0 Komentar