Mengenal Moisturizer

Breaking News

6/random/ticker-posts






 

Mengenal Moisturizer

 

Img by Naturalskincare.com


Moisturizer atau pelembab ialah produk perawatan wajah yang sering digunakan selain face wash atau sabun cuci muka, dan merupakan hal wajib kedua setelah sunscreen yang pernah kita bahas sebelumnya di artikel tentang serba-serbi suncsreen.


Mengenai moisturizer ini banyak orang yang menganggap enteng dan sepele. Merasa kulit sudah cukup lembab lantas melewatkan step penting ini. Ataupun ada pula yang merasa mengerti lantas asal-asalan dalam memilih produk, yang bisa saja kemungkinan produk tersebut tidak cocok untuk kulit wajahmu dan akan menimbulkan masalah kulit menjadi lebih besar.


Keep reading yesss... supaya kamu bisa lebih banyak tahu dan paham mengenai produk perawatan wajah yang satu ini.


Apa sih moisturizer itu?


Moisturizer adalah campuran dari berbagai bahan baik alami maupun sintetis yang khusus diformulasikam untuk membantu membuat lapisan epidermis kulit menjadi lebih lembut & terhidrasi dengan baik dan berfungsi juga untuk mencegah penguapan air dari kulit yang membuat kulit menjadi gersang.


Sebenarnya, kulit kita ini pintar. Ia sudah memiliki mekanisme sendiri untuk menjaga kelembabannya. Akan tetapi, meskipun kulit mampu menjaga kelembabannya sendiri, ada kalanya kulit terasa kering entah karena faktor eksternal maupun internal.


Kulit menjadi kering salah satunya karena adanya proses yang disebut dengan trans-epidermal water loss atau TEWL.


TEWL terjadi ketika air berpindah dari lapisan tengah kulit— yaitu dermis ke lapisan terluarnya—yaitu epidermis, yang kemudian menguap sehingga menyebabkan kulit terasa kering.


Maka, di sinilah fungsinya moisturizer bila dipakai akan bekerja.


Moisturizer bekerja dengan cara mencegah air menguap dari permukaan kulit ke udara atau juga mengembalikan jumlah air atau kelembaban kulit yang telah hilang.


Selain itu, moisturizer saat ini biasanya diperkaya dengan berbagai macam bahan yang dapat menutrisi kulit seperti antioksidan, dan bahan-bahan lainnya yang pastinya memiliki berbagai fungsi sesuai kebutuhan kulitmu.


Moisturizer memiliki 3 cara kerja yang berbeda tergantung pada komposisi bahan yang digunakannya. Kamu dapat memilih penggunaannya sesuai jenis dan kebutuhan kulitmu.


1. Occlusives.

Occlusive merupakan bahan-bahan yang dapat melapisi kulit untuk mencegah air di permukaan kulit menguap sehingga menurunkan level TEWL yang terjadi.


2. Emollients.

Emollient menembus lapisan kulit dan kemudian mengisi rongga-rongga diantara ruang lapisan kulit yang kosong untuk menghaluskannya.


Emollient sebenarnya tidak begitu berpengaruh terhadap kadar hidrasi kulit tetapi cukup efektif dan bekerja untuk melembabkan serta menghaluskan kulit yang pecah-pecah atau mengelupas akibat kering atau iritasi.


3. Humectant

Humectant bekerja dengan cara menarik air ke permukaan kulit & menahannya disana. Ada juga humectant yang dapat menembus lapisan terluar kulit, menarik air & kemudian menahannya.


Nah, setelah mengetahui apa itu moisturizer dan apa saja yang dikandung di dalamnya, aku juga akan memberi tahu kalian tips memilih moisturizer berdasarkan jenis atau tipe kulit yang kamu punya, sebab menyesuaikan jenis kulit dengan jenis moisturizer yang tepat adalah hal yang penting untuk dilakukan.


Untuk kamu yang punya:

·Kulit Normal.

Untuk kulit normal, moisturizer berfungsi untuk mencegah kulit menjadi terlalu kering ataupun berminyak, pilihlah moisturizer yang ringan, tidak berminyak serta berbahan dasar air sehingga lebih mudah diserap kulit juga.


·Kulit Kering.

Untuk kulit kering, pilihlah moisturizer yang lebih kental serta berbahan dasar minyak & mengandung antioksidan, grape seed oil ataupun yang sejenisnya mampu meningkatkan kelembaban kulitmu dan menjaganya dari kekeringan yang semakin panjang. Kulitmu akan senantiasa terhidrasi sepanjang hari.


Untuk kulit yang sangat kering & pecah-pecah/ mengelupas, produk berbahan dasar petrolatum lebih cocok digunakan karena bahan ini lebih efektif mencegah penguapan air dari kulit.


·Kulit Menua.

Untuk kulit menua, atau yang biasa terjadi pada orang yang sudah mulai memasuki kepala tiga atau kurang penanganan yang tepat sejak muda, perlu menggunakan moisturizer berbahan dasar minyak yang juga mengandung petrolatum serta antioksidan atau AHA yang juga konon mampu mencegah atau lebih tepatnya memperlambat kulit semakin menua lagi.


·Kulit Berminyak.

Untuk kulit berminyak, lebih cocok menggunakan moisturizer yang berbahan dasar air serta memiliki kandungan yang bersifat non-komedogenik, guna lebih mudah diserap oleh kulit dan juga tidak memperburuk kondisi kulit yang berlebihan minyak. Biasanya moisturizer ini juga berfungsi mengendalikan jumlah minyak yang diproduksi wajah agar tidak berlebihan pula.


Gunakan formula yang memiliki kandungan yang bisa meng-eksfoliasi seperti lacticglycolic ataupun salicylic acid untuk tampilan wajah yang lebih bersih dan juga bercahaya.


·Kulit Sensitif.

Untuk kulit sensitif, gunakan moisturizer yang mengandung bahan-bahan yang bisa menenangkan kulit dan meredakan iritasi seperti chamomile atau aloe vera (lidah buaya) sehingga bisa meminimalisir terjadinya alergi atau iritasi yang biasanya rawan terjadi pada jenis kulit ini.


Catatan Penting!

Jika kamu berada di lingkungan dengan kelembaban tinggi, lebih baik gunakan moisturizer berbentuk gel karena lebih meng-hidrasi serta tidak membuat wajah terlihat seperti kilang minyak saat berkeringat.


Lalu, ketika menggunakan moisturizer, tunggulah lima menit kemudian sentuhlah kulitmu dengan jari yang bersih. Jika kamu masih bisa merasakan moisturizer yang belum meresap, maka kemungkinan produk tersebut terlalu berat untukmu. Tunggulah hingga benar-benar meresap atau kamu bisa mengganti produk moisturizer kamu dengan yang cocok namun lebih ringan kandungannya.


Disclaimer!

Jika kamu memiliki masalah kulit serius, sedang hamil dan atau menyusui, konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum memutuskan menggunakan produk apapun ya. Ingat, apapun segala sesuatunya, akan lebih baik jika kamu serahkan pada yang ahlinya.

 

Penulis: Hanisa.

Posting Komentar

0 Komentar